Kamis, 02 Februari 2017

30 kemenangan beruntun di Liga dan Treble Winner (Experience)


Musim terakhir gue bersama Torino begitu istimewa. Gue bisa membuar rekor 30 kemenangan dari 30 laga di liga domestik. Tak hanya itu, gue juga berhasil menyandingkan status gue menjadi juara dengan memenangkan dua piala di turnamen FA dan Liga Champions. Raihan yang cukup bagus karena sebelumnya gue hanya bisa mendapatkan dua piala saja.
Gue juga sangat senang dengan para pemain yang menunjukka  kapasitas maksimal. Terkhusus musim ini, gue tak mengandalkan satu pemain saja seperti musim sebelumnya. Semua pemain mendukung, baik dari kontribusi maupun produktivitas gol. Bayangkan saja, dari 123 gol yang gue ciptakan musim ini, gue berhasil menahbiskan kurang lebih 7 pemain untuk menjadi top skor, mereka adalah Kovacic (18), Benassi (17), Muller (15), Mitroglou(11), Belotti(11), Grosicki (11), dan Joel Obi (9). Di belakang mereka juga masih ada pemain macam Tatan (6), Nuri Sahin (6), Ossas (5), Masiello (4), Wagener (4). Bahkan, Begovic yang notabenenya sebagai kiper berhasil mencetak gol, meski lewat tendangan penalty.
Semoga prestasi di musim terakhir yang dapat gue banggakan. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin melawan tim terbaik macam Leicester, Westham, Palace, dan the big four yang selalu menyulitkan di setiap musimnya. Gue bersyukur, di musim-musim terakhir yang gue jalani, gue tak membeli banyak pemain. Gue sadar, gue terlalu boros dalam melakukan hal itu. Gue ingin memberi kesempatan buat para pemain lokal yang mulai agak gue singkirkan. Dan memang, pilihan gue tepat sekali karena mereka menunjukkan kapasitasnya dengan istimewa. Baselli, Basha, dan Bovo selalu memberikan yang terbaik di kala banyaknya pemain asing yang ada di tubuh El-Toro. Gue juga bisa lega karena penampilan para pemain lokal terbilang sangat baik, terbukti ketika gue harus melawan tim macam Palace sebanyak tiga kali berturut-turut di tiga ajang. Gue secara bergiliran memainkan para pemain lokal untuk unjuk gigi, dan ternyata memuaskan.
Sudah delapan musim gue jalani. Gue berhasil menorehkan sebanyak 21 piala ke lemari tim Torino. Gue juga berhasil mengangkat Torino dari tim papan tengah menjadi tim papan atas yang disegani. Hal itu terbukti dengan bercokolnya tim ini di peringkat petama dunia versi klub dan unggul sekitar 50 poin dari peringkat kedua. Istimewa pokoknya, Torino menjadi tim yang paling lama gue pakai setelah sebelumnya ada Leicester, Palace, dan Madrid yang hanya bertahan tiga musim saja.


Profil Tim
Nama: Torino FC
Julukan: El Toro
Pelatih: Sinisa Mihajlovic
Pemain PS: Hari Setiawan Griezmann
Bermain: 8 Musim
Rekrutan terbaik: Muller, Mitroglou, Zander, Ciuperca, Wagener, Nuri Sahin, dan Ballas
Para Pemain Kunci: De Sanctis, Bovo, Zander, Gaston Silva, Masiello, Joel Obi, Benassi, Kovacic, dan Muller
Pemain paling lama bertahan: Kovacic, Benassi, De Sanctis, Bovo, Masiello Basha, Baselli, Belotti, dan Joel Obi (semuanya 8 musim)
Pemain paling sebentar bertahan: Amauri dan Paloschi (2 musim saja), Maksimovic, Jansson, Quagliarella, dan Almarov (hanya bertahan kurang lebih satu setengah musim).
Formasi andalan: (4-3-3), (4-3-1-2), (4-2-2-2), dan (3-2-2-3)
Kemenangan terbesar: vs Arsenal (12-1 home away), vs MU (8-0), vs Westham (14-0 home away)
Kekalahan terbesar: vs Leicester 3-6, vs Allstar America 0-3, dan vs Allstar World 1-4
Pencetak gol terbanyak (total): Muller 202 gol, Kovacil(198), Benassi (186), dan Quagliarella (89)
Assist terbanyak: Kovacic (89), Benassi (86), dan Nuri Sahin (67)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar