Musim terakhir
gue bersama Torino begitu istimewa. Gue bisa membuar rekor 30 kemenangan dari
30 laga di liga domestik. Tak hanya
itu, gue juga berhasil menyandingkan status gue menjadi juara dengan
memenangkan dua piala di turnamen FA dan Liga Champions. Raihan yang cukup
bagus karena sebelumnya gue hanya bisa mendapatkan dua piala saja.
Gue juga sangat senang dengan para pemain yang
menunjukka kapasitas maksimal. Terkhusus
musim ini, gue tak mengandalkan satu pemain saja seperti musim sebelumnya.
Semua pemain mendukung, baik dari kontribusi maupun produktivitas gol.
Bayangkan saja, dari 123 gol yang gue ciptakan musim ini, gue berhasil
menahbiskan kurang lebih 7 pemain untuk menjadi top skor, mereka adalah Kovacic
(18), Benassi (17), Muller (15), Mitroglou(11), Belotti(11), Grosicki (11), dan
Joel Obi (9). Di belakang mereka juga masih ada pemain macam Tatan (6), Nuri
Sahin (6), Ossas (5), Masiello (4), Wagener (4). Bahkan, Begovic yang
notabenenya sebagai kiper berhasil mencetak gol, meski lewat tendangan penalty.
Semoga prestasi di musim terakhir yang dapat gue
banggakan. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin melawan tim terbaik macam
Leicester, Westham, Palace, dan the big four yang selalu menyulitkan di setiap
musimnya. Gue bersyukur, di musim-musim terakhir yang gue jalani, gue tak
membeli banyak pemain. Gue sadar, gue terlalu boros dalam melakukan hal itu.
Gue ingin memberi kesempatan buat para pemain lokal yang mulai agak gue
singkirkan. Dan memang, pilihan gue tepat sekali karena mereka menunjukkan
kapasitasnya dengan istimewa. Baselli, Basha, dan Bovo selalu memberikan yang
terbaik di kala banyaknya pemain asing yang ada di tubuh El-Toro. Gue juga bisa
lega karena penampilan para pemain lokal terbilang sangat baik, terbukti ketika
gue harus melawan tim macam Palace sebanyak tiga kali berturut-turut di tiga
ajang. Gue secara bergiliran memainkan para pemain lokal untuk unjuk gigi, dan
ternyata memuaskan.
Sudah delapan musim gue jalani. Gue berhasil
menorehkan sebanyak 21 piala ke lemari tim Torino. Gue juga berhasil mengangkat
Torino dari tim papan tengah menjadi tim papan atas yang disegani. Hal itu
terbukti dengan bercokolnya tim ini di peringkat petama dunia versi klub dan
unggul sekitar 50 poin dari peringkat kedua. Istimewa pokoknya, Torino menjadi
tim yang paling lama gue pakai setelah sebelumnya ada Leicester, Palace, dan
Madrid yang hanya bertahan tiga musim saja.
Profil Tim
Nama: Torino FC
Julukan: El Toro
Pelatih: Sinisa Mihajlovic
Pemain PS: Hari Setiawan Griezmann
Bermain: 8 Musim
Rekrutan terbaik: Muller, Mitroglou, Zander,
Ciuperca, Wagener, Nuri Sahin, dan Ballas
Para Pemain Kunci: De Sanctis, Bovo, Zander,
Gaston Silva, Masiello, Joel Obi, Benassi, Kovacic, dan Muller
Pemain paling lama bertahan: Kovacic, Benassi, De
Sanctis, Bovo, Masiello Basha, Baselli, Belotti, dan Joel Obi (semuanya 8
musim)
Pemain paling sebentar bertahan: Amauri dan
Paloschi (2 musim saja), Maksimovic, Jansson, Quagliarella, dan Almarov (hanya
bertahan kurang lebih satu setengah musim).
Formasi andalan: (4-3-3), (4-3-1-2), (4-2-2-2),
dan (3-2-2-3)
Kemenangan terbesar: vs Arsenal (12-1 home away),
vs MU (8-0), vs Westham (14-0 home away)
Kekalahan terbesar: vs Leicester 3-6, vs Allstar
America 0-3, dan vs Allstar World 1-4
Pencetak gol terbanyak (total): Muller 202 gol, Kovacil(198),
Benassi (186), dan Quagliarella (89)
Assist terbanyak: Kovacic (89), Benassi (86), dan
Nuri Sahin (67)