Rabu, 12 April 2017

Lirik Opening Hari Potret TV7

Bosen dengan masa 90an??? ane kasih deh film 2000an. Tapi lewat opening saja karena filmnya tak hadir di Youtube. Sebenarnya nih film pantes masuk situasi komedi, tapi karena para pemainnya kanak-kanak, jadi entahlah...
Yang jelas nih sinetron bagus dan kocak deh. Aku kasih lirik sinetron "Hari Potret" ya..




Berkacamata bertubuh kecil
Tak pernah ketinggalan tongkat sihirnya
Hobinya memotret itulah dia
Dengan hasil yang membuat orang terkejut


Ditemani peri centil dan Agung si kecil
Dengan sapu terbang dia setiap hari berpetualang..
Dul gundal gandul dengan mata melotot
Baron muka peot begeto nyolot..
Selalu mengejar untuk membunuh Hari Potret
Agar tak ada saingan lagi jadi raja penyihir di muka bumi ini





Hari..Hari Hari Potret
Selalu gembira
Selalu ceria
Selalu Bahagia..


Hari..Hari Hari Potret
Tak pernah bersedih 
Walau apapun yang terjadi
Hari..Hari Hari Potret
Kecerdikanmu 
Kehebatanmu
Engkau kalahkan musuhmu..

Hari Potret..

Kamis, 30 Maret 2017

Selamat Jalan, Eko DJ

Indonesia kembali kehilangan pelawak terbaiknya. Setelah Olga, kali ini Eko "Baroto" DJ (1952-2017) menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit di Jakarta pada pukul 23.00 WIB, tadi malam. Bapak yang satu ini terkenal lewat acara Srimulat. Setelah itu, Beliau juga bermain di beberapa sitkom kece dan legendaris macam Jinny Oh Jinny dkk, Awas Ada Sule, Asmara Banyak Canda, dan masih banyak lagi.


Tak dapat disangsikan bahwa peran Pak Eko di Sitkom Jinny oh Jinny paling mereguk sukses. Berperan sebagai Bos Baroto, dia berhasil membuat semua pemirsanya tertawa dan terkagum. Dengan ciri khasya "Gus, Gas, Jek, ada yang mau Bos bicarakan", bos ini selalu menawarkan hal-hal lucu nan konyol.

Memang, kadang si Bos sering marah juga, tapi Bos selalu menyelinginya dengan sensasi humor kerennya. Bersama Bagus (Indra Bruggman), Jaka (Yusuf Surya), Jinny (Diana Pungky), dan Bagas (Ivan Ray), beliau berhasil menuai kesuksesan. Beliau juga berakting hebat di sitkom "Awas Ada Sule". Berperan sebagai Pak De, dia bisa menawarkan hiburan yang menarik. Apalagi di sana ada Sule sendri dan juga Kanjeng Mami. Selain dua sitkom kece itu, Pak Eko juga bermain di sitkom Asmara Banyak Canda atau biasa disingkat ABC.

Nah, di sinilah Bos Eko bereuni kembali dengan teman-teman Srimulatnya. Ditambah ada si Diana "Jinny" Pungky yang meramaikan sitkom ini. Di usia 65 tahun, beliau sudah banyak mengenyam asam garam di dunia hiburan. Terakhir, pemirsa semua terkejut dengan penampilan apik beliau di Jinny Oh Jinny Datang Lagi, tepatnya pada eps ke-25. Ceritanya beliau dipertemukan dengan anak buahnya yang sudah diidamkan sejak dulu, yakni Bagas, Bagus, dan Jaka. Senang dan terharu dah rasanya mimin melihat penampilan beliau itu. Meski sebentar, tapi setidaknya beliau telah mengobati kekangenan para pemirsa sitkom itu sendiri dengan aktingnya yang apik.
Special Video from OST Awas Ada Sule "Bye Bye Prikitiew"
Selamat jalan, Eko DJ. Semoga amal dan ibadah Beliau, diterimadi Sisi-Nya.
Tambahan: Beliau juga bermain apik di sitkom Boneka Poppy dan Abu n Nawas. Beliau berperan seorang security yang kocak abis nan menghibur.

Rabu, 22 Maret 2017

Opening Indonesia Ghost at School

Sebuah lagu opening film kartun yang saya suka. Kartun yang pernah menghiasi di acara Sacitu (Sajian Cilik TV7) yang sekarang sudah berganti nama menjadi Trans 7. Semoga bisa mengobati kekangenan kalian.




Tentang dirimu..
Tentang diriku..
Tentang siapapun..
Tentang semuanya..

Ceritakanlah...kisah yang belum diketahui
Untuk bisa memahaminya..
Aku buka hatiku..



Meski kesepian, tapi entah kenapa
Tak bisa katakan yang sejujurnya..
Padahal kalau bilang hal yang sebaliknya..
Bisa terucap begitu saja..

Lelah hidup dengan hati yang berat..
Hanya rintangan yang akan terlihat..
Saat kusadar kusudah terseasat..
Hidup seperti itu ku tak mau..

Andaikan itu adalah dirimu yang lain..
Maka esok hari pastikan..
Jadi lebih baik..
Kuyakin itu...
Kutahu itu...

Kamis, 09 Maret 2017

Sekate-kate, Bang Jek (Kentut bikin Ribut)


Udah makan jengkol sembunyi, dibully. Apalagi kalau makan jengkol secara terang-terangan, dapat kelipatannya. Begitulah nasib yang diterima Bang Jek. Sekarang dia melakukan kembali sekate-kate hingga membuat seisi rumah beserta keluarga Jinny ribut tak karuan. Efek kebanyakan makan semur jengkol, Bang Jek jadi terus buang angin kemana-mana. “Ah...lega, moga aje kagak ada yang menciumnya. Bisa-bisa gue kena bully lagi hehhe..”
Tak berapa lama, bau itu menghiasi semua penjuru dan yang paling pertama mencium tentunya keluarga Jinny. Mamarehe merasa sangat aneh dengan kedatangan bau yang tak seperti biasanya itu: “Nih bau apaan sih??? Kayak kentut gitu deh. Hayoo..ngaku deh, pasti salah satu diantara kalian yang kentut ya??? Ngaku aja deh Jinny Vinny. Jinny dan Vinny yang tertuduh merasa kesal dengan ucapan Mama Rehe: “Yee..kita juga tidak mengerti Mamarehe. Nih aneh banget, udah semur jengkol, sekarang ada kentut juga” ucap keduanya.
Mereka tak mau lama-lama di kerang yang penuh dengan bau kentut rasa jengkol. Mereka pun mendatangi Bagus dan Bagas yang sedang bersantai di ruang tamu. “Eh..Gas, Gus..kalian kentut tah??? Bau banget ih..” ucap Jinny. Vinny tak mau kalah untuk menuduh mereka berdua sebagai biang keladi bau ini: “Kak..ngaku aja, beres kan??? Nih kentut sampai kemana-kemana bau banget.”



 Bagas dan Bagus yang sebelumnya tak mencium bau itu, kemudian merasakan bau yang ada di ruangan itu:
Bagus: “Lu kali yang kentut, Gas.”
Bagas: “Hadeh..masa gue??? Mungkin si Cantik kali yang kentut.”
Bagus: “Mana mungkin dia??? Toh dia ga di sini kok.”

Semuanya pun ribut dan saling tuduh menuduh sehingga membuat Jaka pusing. Dia yang sedang tidur santai, kemudian dengan polosnya datang kepada mereka berdua (padahal berlima sih hehe). “Ah..kalian sekate-kate ganggu santai gue. Ngapain sih kentut diributin???”. Mereka semua baru paham bahwa Jaka lagi yang menjadi penyebab semua orang ribut dan risih. “Ohh...orang ini lagi yang bikin ribut itu,” ucap Bagus dan Bagas yang diikuti ketiga jin tersebut. Jaka yang sudah mempersiapkan segalanya kemudian lari sambil menyebarkan sisa-sisa kentutnya kepada mereka.

“Tuutt...Tutt..Tutt..” suara menggelegar kentut Bang Jek bak kereta api itu membuat semuanya pingsan. “Nih baru sekate-kate gue hehehe. Pingsan kabeh jadinya.” Tak lama kemudian, dia mencium aroma kentutnya sendiri: “Adeh..ternyata bau banget..” ucap Bang Jek yang kemudian ikut pingsan bersama semuanya hahahaa..


NB: Semua ini dilakukan gue hanya untuk mengobati rasa rindu dengan sitkom legend yang satu ini. Ya, semoga aja bisa dipertemukan di acara lain.

Minggu, 05 Februari 2017

Permainan-Permainan Tradisional Indonesia

Anak-anak zaman dulu tak bisa lepas dari yang namanya permainan, salah satunya adalah permainan kucing-kucingan. permainan ini banyak sekali variasinya. Karena saya orang Sunda, maka akan saya jelaskan secara singkat permaian kucing-kucingan ini.
1. Kucing 25
Permainan ini adalah permainan paling menantang. Siapa yang menjadi kucing harus menutup matanya dan menghitung sampai angka 25. Sebelum menyelesaikan hitungan, para pemain lain harus bersembunyi supaya tak ditangkap oleh si kucing. Nah, bila memang tak ditangkap, mereka bisa menempelkan tangannya ke tempat di mana si kucing menghitung supaya dia kembali menjadi kucing lagi hehe.
 Nah, bila memang tak ditangkap, mereka bisa menempelkan tangannya ke tempat di mana si kucing menghitung supaya dia kembali menjadi kucing lagi hehe
Gambar: Permainan petak umpet sangatlah populer untuk permainan tradisional. Tapi di beberapa desa, ada permainan populer yang hampir sama dengan ini, yaitu kucing 25. Sebenarnya hampir sama, hanya ditambahkan bagi si kucing untuk menghitung sampai 25. Di kala menghitung itu, para pemain harus sesegera mungkin bersembunyi supaya tidak ketahuan oleh si kucing.
2. Kucing Ribon
Namanya sih memang aneh karena saya tak paham dengan istilah yang memakai bahasa Indonesia. Permainan ini dimainkan minimal 5 pemain dengan mempunyai tanda di bawah sebagai pijakan untuk melawan lawan. Jadi dari pihak keduanya harus menginjak dulu batu atau alat sebelum menyerang. Nah, bila tak menginjak dan tersentuh musuh, maka orang tersebut otomatis tertangkap oleh lawan. Untuk menyelamatkannya, para pemain harus tetap menginjak alat atau batu yang terdapat dalam tim.
 Untuk menyelamatkannya, para pemain harus tetap menginjak alat atau batu yang terdapat dalam tim
Gambar: Kucing ribon juga biasa disebut Samberlang. Permainannya dilakukan oleh dua kelompok. Mereka harus bisa menjaga temannya supaya tak tertangkap oleh musuh. Kalau tertangkap, maka harus dibebaskan dengan cara apapun. Tekniknya jelas, sebelum menuju pertahanan musuh, pemain terlebih dahulu harus menginjak "tanda" yang sudah ditancapkan di tanah. Nah, barulah bisa menolong temannya yang tertangkap. Seru deh pokoknya permainan tradisional yang satu ini.
3. Kucing pencakan
Nah, inilah permainan yang paling seru. Beralatkan bola kasti atau batu, para pemain harus bisa menghancurkan susunan genteng yang sudah disusun rapih. Bila bisa dihancurkan, maka para pemain harus cepat bersembunyi di tempat manapun. Sementara sang kucing harus membereskan genteng yang tadi sudah dipecahkan. Setelah itu si Kucing harus menemukan teman-teman yang bersembunyi sembari menjaga susunan genteng supaya tak dihancurkan (ribet kali). 
Ada yang menyebut pencakan dan ada juga yang menyebut Bancakan
Ada yang menyebut pencakan dan ada juga yang menyebut Bancakan. Tapi memang sama saja permainan tradisional satu ini. Cara bermainnya menarik sekali, para pemain persiapkan batu atau bola untuk melemparkan susunan gentang yang sudah tersedia. Jikalau kena, maka segera bersembunyi karena si kucing pastinya akan secepatnya membereskan genteng yang berantakan. Supaya si kucing menjaga lagi, para pemain lain harus bisa bekerja sama untuk menghancurkan benteng genteng yang sudah disusun sebelumnya oleh si Kucing. Seru kali dah, setiap sore pasti anak-anak senang kalau dibawa permainan yang satu ini.
Lihat selengkapnya di (http://kidnesia.com/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Jawa-Barat/Seni-Budaya/Bancakan-Permainan-Penuh-Makna-Khas-Jawa-Barat).

Kamis, 02 Februari 2017

30 kemenangan beruntun di Liga dan Treble Winner (Experience)


Musim terakhir gue bersama Torino begitu istimewa. Gue bisa membuar rekor 30 kemenangan dari 30 laga di liga domestik. Tak hanya itu, gue juga berhasil menyandingkan status gue menjadi juara dengan memenangkan dua piala di turnamen FA dan Liga Champions. Raihan yang cukup bagus karena sebelumnya gue hanya bisa mendapatkan dua piala saja.
Gue juga sangat senang dengan para pemain yang menunjukka  kapasitas maksimal. Terkhusus musim ini, gue tak mengandalkan satu pemain saja seperti musim sebelumnya. Semua pemain mendukung, baik dari kontribusi maupun produktivitas gol. Bayangkan saja, dari 123 gol yang gue ciptakan musim ini, gue berhasil menahbiskan kurang lebih 7 pemain untuk menjadi top skor, mereka adalah Kovacic (18), Benassi (17), Muller (15), Mitroglou(11), Belotti(11), Grosicki (11), dan Joel Obi (9). Di belakang mereka juga masih ada pemain macam Tatan (6), Nuri Sahin (6), Ossas (5), Masiello (4), Wagener (4). Bahkan, Begovic yang notabenenya sebagai kiper berhasil mencetak gol, meski lewat tendangan penalty.
Semoga prestasi di musim terakhir yang dapat gue banggakan. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin melawan tim terbaik macam Leicester, Westham, Palace, dan the big four yang selalu menyulitkan di setiap musimnya. Gue bersyukur, di musim-musim terakhir yang gue jalani, gue tak membeli banyak pemain. Gue sadar, gue terlalu boros dalam melakukan hal itu. Gue ingin memberi kesempatan buat para pemain lokal yang mulai agak gue singkirkan. Dan memang, pilihan gue tepat sekali karena mereka menunjukkan kapasitasnya dengan istimewa. Baselli, Basha, dan Bovo selalu memberikan yang terbaik di kala banyaknya pemain asing yang ada di tubuh El-Toro. Gue juga bisa lega karena penampilan para pemain lokal terbilang sangat baik, terbukti ketika gue harus melawan tim macam Palace sebanyak tiga kali berturut-turut di tiga ajang. Gue secara bergiliran memainkan para pemain lokal untuk unjuk gigi, dan ternyata memuaskan.
Sudah delapan musim gue jalani. Gue berhasil menorehkan sebanyak 21 piala ke lemari tim Torino. Gue juga berhasil mengangkat Torino dari tim papan tengah menjadi tim papan atas yang disegani. Hal itu terbukti dengan bercokolnya tim ini di peringkat petama dunia versi klub dan unggul sekitar 50 poin dari peringkat kedua. Istimewa pokoknya, Torino menjadi tim yang paling lama gue pakai setelah sebelumnya ada Leicester, Palace, dan Madrid yang hanya bertahan tiga musim saja.


Profil Tim
Nama: Torino FC
Julukan: El Toro
Pelatih: Sinisa Mihajlovic
Pemain PS: Hari Setiawan Griezmann
Bermain: 8 Musim
Rekrutan terbaik: Muller, Mitroglou, Zander, Ciuperca, Wagener, Nuri Sahin, dan Ballas
Para Pemain Kunci: De Sanctis, Bovo, Zander, Gaston Silva, Masiello, Joel Obi, Benassi, Kovacic, dan Muller
Pemain paling lama bertahan: Kovacic, Benassi, De Sanctis, Bovo, Masiello Basha, Baselli, Belotti, dan Joel Obi (semuanya 8 musim)
Pemain paling sebentar bertahan: Amauri dan Paloschi (2 musim saja), Maksimovic, Jansson, Quagliarella, dan Almarov (hanya bertahan kurang lebih satu setengah musim).
Formasi andalan: (4-3-3), (4-3-1-2), (4-2-2-2), dan (3-2-2-3)
Kemenangan terbesar: vs Arsenal (12-1 home away), vs MU (8-0), vs Westham (14-0 home away)
Kekalahan terbesar: vs Leicester 3-6, vs Allstar America 0-3, dan vs Allstar World 1-4
Pencetak gol terbanyak (total): Muller 202 gol, Kovacil(198), Benassi (186), dan Quagliarella (89)
Assist terbanyak: Kovacic (89), Benassi (86), dan Nuri Sahin (67)



Sabtu, 28 Januari 2017

Mencari Pedang Setan sekaligus melawan Musashi

Ayame melanjutkan perjalanan menegangkannya. Kali ini dia akan mendatangi kuburan untuk mendapatkan pedang setan. Tak hanya itu, dia juga akan melawan Musashi, Sang Hantu raksasa tanpa kepala. Tapi menurut teman-temannya, kepalanya digenggam di tangan kanannya. Sementara tangan kiri memegang pedang untuk menebas para musuhnya. “Aku jadi penasaran untuk bertemu si Musashi itu. Semoga aku bisa kuat menghadapinya”, harap Ayame.
Dia Sudah sampai di gerbang kuburan. Dia melihat banyak ninja dan ada hantu kayu yang membawa panah. Dia pun berusaha membunuh mereka secara sembunyi-sembunyi. Dia juga harus memecahkan batu-batu keramat yang berada di setiap perjalanannya supaya ada semacam “pencerahan” untuk mendapatkan pedang setan itu. “Straatttt..” Ayame berhasil membunuh para ninja. Sayangnya, dia tak bisa membunuh para hantu kayu. Dia menyadari bahwa para hantu itu harus dibunuh dengan pedang setan.

Dia seolah masih penasaran dengan semua itu. Dia kembali dipertemukan dengan hantu macam Tuyul dan setan kepala. Tetap saja tak mempan dalam menghadapinya, malah Ayame mendapatkan semburan mengerikan dari si Tuyul itu. “Buurrr..” pakaian Ayame sedikit terbakar. Kemudian Ayame menyiramkan air sekalian kabur dari sana. “Sempet aku meremehkannya, nyatanya dia kuat juga.” Aku tak akan menghadapi para hantu itu karena tak ada gunanya. Memang benar, mau memakai senjata apapun, dikasih makanan beracun apapun, mereka tak ngefek sehingga membuat Ayame kesal. Apalagi ditambah dengan teror para hantu tersebut yang selalu ada ketika Ayame berusaha memecahkan batu-batu keramat yang berada di kuburan itu.
Setelah semua hancur, akhirnya Ayame menemukan pedang setan itu di sebuah rumah gubuk yang berada dekat makam Musashi, si Hantu tanpa kepala. “Akhirnya, aku mendapatkannya..” Tiba-tiba datanglah suara menggelegar yang muncul di depan Ayame. Dia terkaget ketika melihat sosok Musashi yang lima kali lipat lebih besar dari tubuh Ayame. “Oh my god…ternyata memang dia besar sekali. Memang benar apa yang diceritakan teman-temanku bahwa kepalanya digenggam di kanan, sementara pedang besar berada di tangan kiri. Aku harus bisa mengalahkannya.”
Haahahaaa….” Si hantu terus tertawa sekaligus tanda pertarungan antara dirinya dan Ayame dimulai. Si Hantu langsung menyerang secara membabi buta kepada Ayame. Sementara Ayame sendiri berusaha menghindar secepat mungkin dan mengeluarkan pedang setan yang sudah didapatkannya. “Sringgg..” keluarlah pedang setan dan beberapa kali mampu mengenai tubuh bagian belakang Musashi. “Grrrr..” Musashi marah kemudian loncat sejauh 5 meter yang membuat Ayame keteteran. Dia menerima injakan badannya yang besar itu hingga dirinya hampir mati.


Uhggg…” suara Ayame itu menandakan bahwa dia dalam keadaan kritis. Dia berusaha sembunyi terlebih dahulu dan meminum ramuan jitu supaya fit kembali. Setelah fit, kemudian dia menyerang kembali lewat cara kombinasi dan variasi. “Kali ini kau siap kalah, Musashi”, optimis Ayame. Dia mengeluarkan bom asap dikombinasikan dengan bom cahaya sehingga membuat si Musashi kebingungan. Di saat itulah, Ayame kembali mengeluarkan jurus jitunya memakai pedang setan. “Sttttttrrrrr….” Musashi pun mati tak berdaya lidahnya pun menjulur sepanjang dua meter. “Menjijikan…aku harus segera keluar dari tempat angker ini”, ucap Ayame. Dia pun berusaha keluar meski masih banyak hantu macam tuyul dan setan kepala menggggunya. Tapi dengan pedang setan itu, Ayame mampu mengalahkan mereka semua dengan cepat.

“Setelah ini mungkin aku akan ke perkampungan itu untuk bertemu Rikimaru beserta Tesshu. Semoga bukan bualan belaka dari mereka berdua.” Ayame pun kembali melanjutkan petualangannya dan target selanjutnya menuju perkampungan.