Sabtu, 28 Januari 2017

Mencari Pedang Setan sekaligus melawan Musashi

Ayame melanjutkan perjalanan menegangkannya. Kali ini dia akan mendatangi kuburan untuk mendapatkan pedang setan. Tak hanya itu, dia juga akan melawan Musashi, Sang Hantu raksasa tanpa kepala. Tapi menurut teman-temannya, kepalanya digenggam di tangan kanannya. Sementara tangan kiri memegang pedang untuk menebas para musuhnya. “Aku jadi penasaran untuk bertemu si Musashi itu. Semoga aku bisa kuat menghadapinya”, harap Ayame.
Dia Sudah sampai di gerbang kuburan. Dia melihat banyak ninja dan ada hantu kayu yang membawa panah. Dia pun berusaha membunuh mereka secara sembunyi-sembunyi. Dia juga harus memecahkan batu-batu keramat yang berada di setiap perjalanannya supaya ada semacam “pencerahan” untuk mendapatkan pedang setan itu. “Straatttt..” Ayame berhasil membunuh para ninja. Sayangnya, dia tak bisa membunuh para hantu kayu. Dia menyadari bahwa para hantu itu harus dibunuh dengan pedang setan.

Dia seolah masih penasaran dengan semua itu. Dia kembali dipertemukan dengan hantu macam Tuyul dan setan kepala. Tetap saja tak mempan dalam menghadapinya, malah Ayame mendapatkan semburan mengerikan dari si Tuyul itu. “Buurrr..” pakaian Ayame sedikit terbakar. Kemudian Ayame menyiramkan air sekalian kabur dari sana. “Sempet aku meremehkannya, nyatanya dia kuat juga.” Aku tak akan menghadapi para hantu itu karena tak ada gunanya. Memang benar, mau memakai senjata apapun, dikasih makanan beracun apapun, mereka tak ngefek sehingga membuat Ayame kesal. Apalagi ditambah dengan teror para hantu tersebut yang selalu ada ketika Ayame berusaha memecahkan batu-batu keramat yang berada di kuburan itu.
Setelah semua hancur, akhirnya Ayame menemukan pedang setan itu di sebuah rumah gubuk yang berada dekat makam Musashi, si Hantu tanpa kepala. “Akhirnya, aku mendapatkannya..” Tiba-tiba datanglah suara menggelegar yang muncul di depan Ayame. Dia terkaget ketika melihat sosok Musashi yang lima kali lipat lebih besar dari tubuh Ayame. “Oh my god…ternyata memang dia besar sekali. Memang benar apa yang diceritakan teman-temanku bahwa kepalanya digenggam di kanan, sementara pedang besar berada di tangan kiri. Aku harus bisa mengalahkannya.”
Haahahaaa….” Si hantu terus tertawa sekaligus tanda pertarungan antara dirinya dan Ayame dimulai. Si Hantu langsung menyerang secara membabi buta kepada Ayame. Sementara Ayame sendiri berusaha menghindar secepat mungkin dan mengeluarkan pedang setan yang sudah didapatkannya. “Sringgg..” keluarlah pedang setan dan beberapa kali mampu mengenai tubuh bagian belakang Musashi. “Grrrr..” Musashi marah kemudian loncat sejauh 5 meter yang membuat Ayame keteteran. Dia menerima injakan badannya yang besar itu hingga dirinya hampir mati.


Uhggg…” suara Ayame itu menandakan bahwa dia dalam keadaan kritis. Dia berusaha sembunyi terlebih dahulu dan meminum ramuan jitu supaya fit kembali. Setelah fit, kemudian dia menyerang kembali lewat cara kombinasi dan variasi. “Kali ini kau siap kalah, Musashi”, optimis Ayame. Dia mengeluarkan bom asap dikombinasikan dengan bom cahaya sehingga membuat si Musashi kebingungan. Di saat itulah, Ayame kembali mengeluarkan jurus jitunya memakai pedang setan. “Sttttttrrrrr….” Musashi pun mati tak berdaya lidahnya pun menjulur sepanjang dua meter. “Menjijikan…aku harus segera keluar dari tempat angker ini”, ucap Ayame. Dia pun berusaha keluar meski masih banyak hantu macam tuyul dan setan kepala menggggunya. Tapi dengan pedang setan itu, Ayame mampu mengalahkan mereka semua dengan cepat.

“Setelah ini mungkin aku akan ke perkampungan itu untuk bertemu Rikimaru beserta Tesshu. Semoga bukan bualan belaka dari mereka berdua.” Ayame pun kembali melanjutkan petualangannya dan target selanjutnya menuju perkampungan.

Rabu, 25 Januari 2017

Cerita Pocong Naik Sepeda Motor (Dread Out)

Cerita yang patut menjadi bahan renungan dari game Dread Out, salah satu hantu yang ada di sini adalah hantu anak SMA yang memakai sepeda motor. Si anak terbilang nyebelin karena terus merengek kepada orangtuanya supaya bisa mendapatkan sepeda motor yang dia inginkan.

"Ma, Pa, saya mau sepeda motor. Saya mau kayak teman-teman lainnya yang mempunyai kendaraan ketika bersekolah." Kedua orangtuanya hanya berdiam saja dengan omongan si anak. Kemudian ibunya berkata: "Nak, kamu harus tahu keadaan ekonomi seperti apa. Ibu yang hanya sebagai buruh tani, sementara bapak hanya serabutan tak akan bisa membelikan barang yang terbilang mewah itu. Ibu dan bapak akan berusaha untuk membelikan itu."

Ayahnya menimpali: "ya nak, ngertilah keadaan kita saat ini. Semoga aja bapak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari ini." Si anak hanya mengiyakan secara terpaksa karena memang dia begitu menyadari keadaannya saat ini.
"ya, deh..saya akan cari cara saja dengan mengikuti kuis untuk mendapatkan itu."begitulah kata si anak. Kedua orang tuanya hanya bisa mengaminkan apa yang diinginkan sang anak. Setelah itu, barulah si anak mengikuti kuis yang diselenggarakan di salah satu radio populer di tempatnya.
Dan, ternyata dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Bahkan, dia mendapat motor yang lebih bagus daripada yang dia bayangkan. Dia senang bukan kepalang sekali dan berkata: "Alhamdulillah...bisa mendapatkan hadiah undian motor. Senang sekali deh". Namun, akibat terlalu berlebihan dalam perayaannya, akhirnya dia harus meninggal dalam kebahagiaan yang dia damba-dambakan.

Orang tuanya sedih dengan keadaan si anak yang meninggal dalam kebahagiaan. Mereka tak tega melihat anaknya yang begitu kasihan sekali pasca mendapatkan apa yang dia inginkan. Motor yang dimenangkannya tak mereka simpan di rumah, melainkan di jalan lengang. Hantu si anak masih bergentayangan dan dengan motornya dia berjalan-jalan di sekitar jalan yang lengang itu.
Miris memang, tapi mau bagaimana lagi??? semuanya harus bisa mengambil pelajaran ini bahwa bersabar adalah sesuatu yang tepat dikala semuanya masih samar-samar. Dan jangan terlalu bahagia dengan apa yang didapat karena bisa saja itu hanya akan membuatmu rugi.
Hantu anak yang berwujud Pocong ini ada ketika Linda melaksanakan misi di dekat gapura. Selain diteror oleh hantu kuntilanak, dia juga diteror oleh si Pocong yang memakai sepeda motornya. Satu-satunya cara untuk mengalahkanya adalah membidiknya tepat dengan kamera. Bila berhasil, dia akan terjatuh dan mati (ada-ada aja).
Bisa dilihat cuplikannya di sini (https://www.youtube.com/watch?v=lHHVyWg0Jlc)

Selasa, 24 Januari 2017

Hoopla, si Ikan menyebalkan di Film Sponge Bob Square Pants

Salah satu judul yang paling greget adalah ketika sang presenter mempresentasikan makanan populer di Bikini Bottom, yakni Kraby Patty. Ketika dia sedang menjelaskan, ada yang menyela dengan kata 'Hoopla'. Pertama memang tak.diketahui dari mana dia berasal, tapi ketika sudah sampai empat kali, barulah ketahuan siapa orangnya.

Dia adalah ikan kecil yang suka nyela (motong). "Hoopla Hoopla" terus menggema sampai mulutnya lebih lebar dari kepalanya sendiri haha. Karena kesal, akhirnya si Ikan dilempar deh pake batu bata hahahaa..

Koplak man..tapi aku suka cerita ini meski hanya sebentar saja. Yang bisa diambil dari cerita ini adalah janganlah menyela atau memotong pembicaraan orang sebelum dia menyelesaikannya. Ya, kalau seseorang tak mengindahkannya, sudah jelas akan merasaka seperti si Hoopla yang terkena timpukan batu bata hingga membuatnya pingsan :v

Senin, 23 Januari 2017

Pertemuan Linda dengan Beloved Horse, Bocah, dan Pocong Samurai (Dread Out Keepers Of The Dark)

Gue akan membahas lewat cerita yang diadaptasi dari game horror buatan Indonesia. Game yang memberikan suasana tegang, ngeri, dan menyeramkan. Langsung saja gue kasih ceritanya.
Petualangan Linda kali ini dia akan melawan para hantu yang lebih banyak dan lebih seram setelah sebelumnya melawan Hantu Musang ekor 9 dan Kami beserta Kuntilanak. Linda di sini akan melawan Hantu Beloved Horse (semacam Pasukan Berkuda). Lalu dia juga akan bertemu dengan bocah yang berada di UKS (Unit Kesehatan Siswa) dan pocong yang membawa samurai. Linda tetap pede menghadapi semuanya: "Rasa takut itu harus aku kikis supaya aku bisa mengalahkan mereka semua."

Linda langsung masuk ke pintu selanjutnya. Dia pun langsung muncul di tempat dimana sebelumnya banyak Palasik/Kuyang berkeliaran. Nyatanya sekarang bukan hantu itu yang muncul, melainkan Beloved Horse alias pasukan berkuda. Dibilang pasukan sih sebelumnya bukan karena pertama munculnya hanya satu. Linda dengan mudah menjepret hantu kuda beserta penunggangnya dengan cepat. Linda sempet meremehkan hantu yang satu ini: "Oh ini aja ya? ah mending langsung kembali ke cermin saja supaya lebih cepat." Akan tetapi Linda harus menerima akibat meremehkan itu semua. Sekarang hantu berkuda yang sebelumnya membawa pasukan untuk melawannya. Kali ini bukan hanya satu yang melawannya, melainkan tiga hantu berkuda.
"Ihhhhhiiii..." suara ringkikan kuda terus menggelegar mendatangi Linda. Ketiganya bak kilatan cahaya yang tak mampu ditahan oleh Linda. Hal yang tak diinginkan pun datang ketika Linda harus berjibaku melawan tiga hantu yang bisa dibilang "Tri Mas ketir" ntuh  (versi gue sih haha). Meskipun Linda menjepretkan SLR dan Irish Phone secara bertubi-tubi kepada ketiganya, nyatanya si Hantu belum bisa dikalahkan. Bahkan si Hantu bisa dengan gampangnya menembus dari batu besar sehingga membuat Linda shock.
"Aduh...mereka kuat dan bisa menembus batu besar. Kali ini benar-benar aku harus berjibaku melawan mereka." Pertarungan Linda melawan pasukan hantu berkuda semakin sengit. Linda yang mengandalkan dua kameranya harus melawan Hantu Kuda yang cekikikan dan terus meneror Linda dengan sangat frontal. "Ihhaaaaa....ihaaa." Pasukan berkuda tak ada habisnya meneror Linda yang sedang kesulitan melawan semuanya. Linda pun akhirnya harus bersembunyi menjauh dari mereka. Kebetulan di sana ada UKS yang sebelumnya pernah dia singgahi ketika bertemu dengan Miss Siska dan Shelly.
"Wah, ini bukannya UKS ketika aku bertemu dengan Shelly dan Bu Siska???" ah, tak masalah. Yang penting aku bisa bersembunyi di sana untuk menyimpan tenaga beberapa jam." Linda merasa was-was ketika akan masuk, ternyata di sana ada hantu bocah yang hanya menunduk di dekat ranjang. Dia pun mencoba membidik hantu itu dengan kamera SLRnya. si Hantu hanya berbicara sekilas "Temukan aku, mbak. Kesinilah..."
Linda yang berusaha menemukannya kesulitan karena si Bocah sangat cepat menghilang. Dia menyisir semua ruangan UKS yang ada di sana, tapi dia tak menemukan batang hidung si Bocah. Akhirnya dia mengabaikannya dan fokus kembali kepada si pasukan hantu berkuda. Tapi dia menemukan sesuatu pasca difotonya si Bocah. Dia menemukan bingkai foto yang terpecah. Dia pun membawanya sebagai bahan ke depannya menemukan si bocah misterius itu.

Linda kembali lagi ke tempat dimana pasukan hantu berkuda berada. "Kali ini harus lebih jeli untuk melawan si pasukan berkuda itu. Tak ada salahnya kalau aku sesekali menghindar dan menjepret sebanyak mungkin mereka", tegas Linda. Dia pun hampir menghabiskan waktu sekitar 5 jam untuk mematikan pasukan hantu berkuda. Akhirnya dia berhasil mengalahkan si Hantu, tapi semua itu belum selesai. Ketika Linda akan pulang melewati cermin, dia bertemu dengan sosok pocong yang menyeramkan. Dia hanya mengaum di sebuah rumah yang ada cermin tersebut hingga membuat Linda penasaran.
Dia pun berusaha mendekat dan berusaha mengelabui si pocong. Sayang, dibalik tampilannya yang pemalu, si Pocong dengan tiba-tiba mendatangi Linda membawa samurai, kemudian menebas bagian pundak Linda. "Syaaaattt" darahpun bercucuran di bagian pundak Linda. Tapi dia berusaha bertahan dan bersembunyi sejauh mungkin. Dia bersembunyi bukan ketakutan, tetapi merancang strategi untuk mengalahkan si pocong menyebalkan itu. "Liat aja pembalasanku, akan kuhabisi kau dengan kamera SLR ku ini. Namanya Linda tak akan kalah oleh seorang pocong pengecut yang datangnya tiba-tiba" janji Linda.
   
Beberapa jam kemudian, dia berhasil membelakangi si Pocong dengan jarak sekitar 15 meter. Linda bisa langsung membidikkan kamera SLRnya untuk menghabisi si Pocong. "Cekreeekkkkk...rasakan itu", puas Linda. Si Pocong pun kalah dan mati akibat serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh Linda. Serangan itu sebagai balasan atas serangan tiba-tiba sebelumnya yang dilakukan si pocong terhadap Linda.
"Spirit Banished" misi melawan hantu "edan" pun selesai. Linda tak bisa semringah dengan semua itu karena dia akan menghadapi hantu yang lebih banyak dan lebih gila lagi. "Bisa lah aku bangga, tapi aku tak ingin berlebihan karena para hantu masih ada di dalam listku", gumam Linda. Linda pun kembali melewati cermin untuk kembali ke tempat semula yang dipenuhi pintu-pintu itu.

Senin, 09 Januari 2017

I Love Jinny yang Semakin Berbahaya

Haduh..sitkom ILJ semakin kesini semakin membahayakan saja. Udah tak ada para pemain legendnya yang biasa hadir, ditambah alur cerita yang sekarepe (semaunya) membuat semuanya diambang kehancuran. Imbasnya  bukan pada sitkomnya, melainkan kualitas yang mengadopsi Jinny Oh Jinny ini. 
Siap berburu jin. Sudah tak jelas arah ceritanya dah, ga seperti dulu yang menawarkan kesederhanaan dan humornya yang ajib dari Yusuf Surya, Ivan Ray, Indra Bruggman, Diana Pungky, dan Eko DJ (Big Five JOJ)
Gue sangat merasakan kesedihan ketika semua pemain lamanya tak ikut ambil bagian di sitkom ILJ, apalagi para pemain lain yang biasa ada macam Cantik dan Sayuti tak ikut juga membuat semuanya hancur. Paling benci ketika ceritanya dikemas mirip petualangan Dora yang dikombinasikan dengan "Pokemon Go". Ancur dah..udah ciri khas tak ada, cerita garing, ditambah terlalu menumpukkan para pemain baru sehingga tak ada chemistry yang bener-bener kuat antar para pemainnya.
udah ciri khas tak ada, cerita garing, ditambah terlalu menumpukkan para pemain baru sehingga tak ada chemistry yang bener-bener kuat antar para pemainnya
Para jin-jin mbelgedhes yang merusak sekali kualitas Jinny Oh Jinny
Para jin-jin mbelgedhes yang merusak sekali kualitas Jinny Oh Jinny. Apa sih yang diinginkan si sutradara sih? gue dan yang lainnya jadi terkesan ngejudge bahwa dia ingin menghancurkan sitkom legend ini. 
Apalagi sebelumnya ada kasus yang menimpa tokoh utama, Brianna Simorangkir. Lalu Cuk FK yang diberitakan tak mengunfollow sitkom tersebut, membuat semuanya melahirkan indikasi bahwa ILJ ini sudah diambang tamat. Gue sih tak mempermasalahkan mau tamat atau ga, tapi plis deh..kalau memang tak niat mengembangkan sitkom ini ke arah yang lebih baik, jangan bawa-bawa nama Jinny, Bagus, dan Jaka. Jangan juga bawa-bawa cerita legenda yang sudah bagus pada masanya, malah dibuat hancur berantakan macam Bandung Bondowoso dan Sangkuriang. Hanya ada dua pilihan, lanjut tanpa bawa JOJ atau berhenti secepatnya karena penonton sudah kecewa dengan sitkom arahan Eric Satyo ini? -_-
 Hanya ada dua pilihan, lanjut tanpa bawa JOJ atau berhenti secepatnya karena penonton sudah kecewa dengan sitkom arahan Eric Satyo ini? -_-
Entahlah...gue dan yang lainnya terkait kelanjutan ILJ karena semenjak ada mereka, gue tak pernah nonton lagi. Gue mending flash back saja ke sitkom Jinny Oh Jinny sampai JOJDL dah.