Minggu, 05 Februari 2017

Permainan-Permainan Tradisional Indonesia

Anak-anak zaman dulu tak bisa lepas dari yang namanya permainan, salah satunya adalah permainan kucing-kucingan. permainan ini banyak sekali variasinya. Karena saya orang Sunda, maka akan saya jelaskan secara singkat permaian kucing-kucingan ini.
1. Kucing 25
Permainan ini adalah permainan paling menantang. Siapa yang menjadi kucing harus menutup matanya dan menghitung sampai angka 25. Sebelum menyelesaikan hitungan, para pemain lain harus bersembunyi supaya tak ditangkap oleh si kucing. Nah, bila memang tak ditangkap, mereka bisa menempelkan tangannya ke tempat di mana si kucing menghitung supaya dia kembali menjadi kucing lagi hehe.
 Nah, bila memang tak ditangkap, mereka bisa menempelkan tangannya ke tempat di mana si kucing menghitung supaya dia kembali menjadi kucing lagi hehe
Gambar: Permainan petak umpet sangatlah populer untuk permainan tradisional. Tapi di beberapa desa, ada permainan populer yang hampir sama dengan ini, yaitu kucing 25. Sebenarnya hampir sama, hanya ditambahkan bagi si kucing untuk menghitung sampai 25. Di kala menghitung itu, para pemain harus sesegera mungkin bersembunyi supaya tidak ketahuan oleh si kucing.
2. Kucing Ribon
Namanya sih memang aneh karena saya tak paham dengan istilah yang memakai bahasa Indonesia. Permainan ini dimainkan minimal 5 pemain dengan mempunyai tanda di bawah sebagai pijakan untuk melawan lawan. Jadi dari pihak keduanya harus menginjak dulu batu atau alat sebelum menyerang. Nah, bila tak menginjak dan tersentuh musuh, maka orang tersebut otomatis tertangkap oleh lawan. Untuk menyelamatkannya, para pemain harus tetap menginjak alat atau batu yang terdapat dalam tim.
 Untuk menyelamatkannya, para pemain harus tetap menginjak alat atau batu yang terdapat dalam tim
Gambar: Kucing ribon juga biasa disebut Samberlang. Permainannya dilakukan oleh dua kelompok. Mereka harus bisa menjaga temannya supaya tak tertangkap oleh musuh. Kalau tertangkap, maka harus dibebaskan dengan cara apapun. Tekniknya jelas, sebelum menuju pertahanan musuh, pemain terlebih dahulu harus menginjak "tanda" yang sudah ditancapkan di tanah. Nah, barulah bisa menolong temannya yang tertangkap. Seru deh pokoknya permainan tradisional yang satu ini.
3. Kucing pencakan
Nah, inilah permainan yang paling seru. Beralatkan bola kasti atau batu, para pemain harus bisa menghancurkan susunan genteng yang sudah disusun rapih. Bila bisa dihancurkan, maka para pemain harus cepat bersembunyi di tempat manapun. Sementara sang kucing harus membereskan genteng yang tadi sudah dipecahkan. Setelah itu si Kucing harus menemukan teman-teman yang bersembunyi sembari menjaga susunan genteng supaya tak dihancurkan (ribet kali). 
Ada yang menyebut pencakan dan ada juga yang menyebut Bancakan
Ada yang menyebut pencakan dan ada juga yang menyebut Bancakan. Tapi memang sama saja permainan tradisional satu ini. Cara bermainnya menarik sekali, para pemain persiapkan batu atau bola untuk melemparkan susunan gentang yang sudah tersedia. Jikalau kena, maka segera bersembunyi karena si kucing pastinya akan secepatnya membereskan genteng yang berantakan. Supaya si kucing menjaga lagi, para pemain lain harus bisa bekerja sama untuk menghancurkan benteng genteng yang sudah disusun sebelumnya oleh si Kucing. Seru kali dah, setiap sore pasti anak-anak senang kalau dibawa permainan yang satu ini.
Lihat selengkapnya di (http://kidnesia.com/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Jawa-Barat/Seni-Budaya/Bancakan-Permainan-Penuh-Makna-Khas-Jawa-Barat).

Kamis, 02 Februari 2017

30 kemenangan beruntun di Liga dan Treble Winner (Experience)


Musim terakhir gue bersama Torino begitu istimewa. Gue bisa membuar rekor 30 kemenangan dari 30 laga di liga domestik. Tak hanya itu, gue juga berhasil menyandingkan status gue menjadi juara dengan memenangkan dua piala di turnamen FA dan Liga Champions. Raihan yang cukup bagus karena sebelumnya gue hanya bisa mendapatkan dua piala saja.
Gue juga sangat senang dengan para pemain yang menunjukka  kapasitas maksimal. Terkhusus musim ini, gue tak mengandalkan satu pemain saja seperti musim sebelumnya. Semua pemain mendukung, baik dari kontribusi maupun produktivitas gol. Bayangkan saja, dari 123 gol yang gue ciptakan musim ini, gue berhasil menahbiskan kurang lebih 7 pemain untuk menjadi top skor, mereka adalah Kovacic (18), Benassi (17), Muller (15), Mitroglou(11), Belotti(11), Grosicki (11), dan Joel Obi (9). Di belakang mereka juga masih ada pemain macam Tatan (6), Nuri Sahin (6), Ossas (5), Masiello (4), Wagener (4). Bahkan, Begovic yang notabenenya sebagai kiper berhasil mencetak gol, meski lewat tendangan penalty.
Semoga prestasi di musim terakhir yang dapat gue banggakan. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin melawan tim terbaik macam Leicester, Westham, Palace, dan the big four yang selalu menyulitkan di setiap musimnya. Gue bersyukur, di musim-musim terakhir yang gue jalani, gue tak membeli banyak pemain. Gue sadar, gue terlalu boros dalam melakukan hal itu. Gue ingin memberi kesempatan buat para pemain lokal yang mulai agak gue singkirkan. Dan memang, pilihan gue tepat sekali karena mereka menunjukkan kapasitasnya dengan istimewa. Baselli, Basha, dan Bovo selalu memberikan yang terbaik di kala banyaknya pemain asing yang ada di tubuh El-Toro. Gue juga bisa lega karena penampilan para pemain lokal terbilang sangat baik, terbukti ketika gue harus melawan tim macam Palace sebanyak tiga kali berturut-turut di tiga ajang. Gue secara bergiliran memainkan para pemain lokal untuk unjuk gigi, dan ternyata memuaskan.
Sudah delapan musim gue jalani. Gue berhasil menorehkan sebanyak 21 piala ke lemari tim Torino. Gue juga berhasil mengangkat Torino dari tim papan tengah menjadi tim papan atas yang disegani. Hal itu terbukti dengan bercokolnya tim ini di peringkat petama dunia versi klub dan unggul sekitar 50 poin dari peringkat kedua. Istimewa pokoknya, Torino menjadi tim yang paling lama gue pakai setelah sebelumnya ada Leicester, Palace, dan Madrid yang hanya bertahan tiga musim saja.


Profil Tim
Nama: Torino FC
Julukan: El Toro
Pelatih: Sinisa Mihajlovic
Pemain PS: Hari Setiawan Griezmann
Bermain: 8 Musim
Rekrutan terbaik: Muller, Mitroglou, Zander, Ciuperca, Wagener, Nuri Sahin, dan Ballas
Para Pemain Kunci: De Sanctis, Bovo, Zander, Gaston Silva, Masiello, Joel Obi, Benassi, Kovacic, dan Muller
Pemain paling lama bertahan: Kovacic, Benassi, De Sanctis, Bovo, Masiello Basha, Baselli, Belotti, dan Joel Obi (semuanya 8 musim)
Pemain paling sebentar bertahan: Amauri dan Paloschi (2 musim saja), Maksimovic, Jansson, Quagliarella, dan Almarov (hanya bertahan kurang lebih satu setengah musim).
Formasi andalan: (4-3-3), (4-3-1-2), (4-2-2-2), dan (3-2-2-3)
Kemenangan terbesar: vs Arsenal (12-1 home away), vs MU (8-0), vs Westham (14-0 home away)
Kekalahan terbesar: vs Leicester 3-6, vs Allstar America 0-3, dan vs Allstar World 1-4
Pencetak gol terbanyak (total): Muller 202 gol, Kovacil(198), Benassi (186), dan Quagliarella (89)
Assist terbanyak: Kovacic (89), Benassi (86), dan Nuri Sahin (67)