Anak-anak zaman dulu tak bisa lepas dari yang namanya permainan, salah satunya adalah permainan kucing-kucingan. permainan ini banyak sekali variasinya. Karena saya orang Sunda, maka akan saya jelaskan secara singkat permaian kucing-kucingan ini.
1. Kucing 25
Permainan ini adalah permainan paling menantang. Siapa yang menjadi kucing harus menutup matanya dan menghitung sampai angka 25. Sebelum menyelesaikan hitungan, para pemain lain harus bersembunyi supaya tak ditangkap oleh si kucing. Nah, bila memang tak ditangkap, mereka bisa menempelkan tangannya ke tempat di mana si kucing menghitung supaya dia kembali menjadi kucing lagi hehe.
Gambar: Permainan petak umpet sangatlah populer untuk permainan tradisional. Tapi di beberapa desa, ada permainan populer yang hampir sama dengan ini, yaitu kucing 25. Sebenarnya hampir sama, hanya ditambahkan bagi si kucing untuk menghitung sampai 25. Di kala menghitung itu, para pemain harus sesegera mungkin bersembunyi supaya tidak ketahuan oleh si kucing.
2. Kucing Ribon
Namanya sih memang aneh karena saya tak paham dengan istilah yang memakai bahasa Indonesia. Permainan ini dimainkan minimal 5 pemain dengan mempunyai tanda di bawah sebagai pijakan untuk melawan lawan. Jadi dari pihak keduanya harus menginjak dulu batu atau alat sebelum menyerang. Nah, bila tak menginjak dan tersentuh musuh, maka orang tersebut otomatis tertangkap oleh lawan. Untuk menyelamatkannya, para pemain harus tetap menginjak alat atau batu yang terdapat dalam tim.
Gambar: Kucing ribon juga biasa disebut Samberlang. Permainannya dilakukan oleh dua kelompok. Mereka harus bisa menjaga temannya supaya tak tertangkap oleh musuh. Kalau tertangkap, maka harus dibebaskan dengan cara apapun. Tekniknya jelas, sebelum menuju pertahanan musuh, pemain terlebih dahulu harus menginjak "tanda" yang sudah ditancapkan di tanah. Nah, barulah bisa menolong temannya yang tertangkap. Seru deh pokoknya permainan tradisional yang satu ini.
3. Kucing pencakan
Nah, inilah permainan yang paling seru. Beralatkan bola kasti atau batu, para pemain harus bisa menghancurkan susunan genteng yang sudah disusun rapih. Bila bisa dihancurkan, maka para pemain harus cepat bersembunyi di tempat manapun. Sementara sang kucing harus membereskan genteng yang tadi sudah dipecahkan. Setelah itu si Kucing harus menemukan teman-teman yang bersembunyi sembari menjaga susunan genteng supaya tak dihancurkan (ribet kali).
Ada yang menyebut pencakan dan ada juga yang menyebut Bancakan. Tapi memang sama saja permainan tradisional satu ini. Cara bermainnya menarik sekali, para pemain persiapkan batu atau bola untuk melemparkan susunan gentang yang sudah tersedia. Jikalau kena, maka segera bersembunyi karena si kucing pastinya akan secepatnya membereskan genteng yang berantakan. Supaya si kucing menjaga lagi, para pemain lain harus bisa bekerja sama untuk menghancurkan benteng genteng yang sudah disusun sebelumnya oleh si Kucing. Seru kali dah, setiap sore pasti anak-anak senang kalau dibawa permainan yang satu ini.
Lihat selengkapnya di (http://kidnesia.com/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Jawa-Barat/Seni-Budaya/Bancakan-Permainan-Penuh-Makna-Khas-Jawa-Barat).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar