Senin, 12 Desember 2016

TORINO YANG SEMAKIN MENGGILA (CERITA FIKSI)


Gue sudah mau masuk musim ketujuh bersama Torino. Tim papan tengah yang satu ini membuat kejutan di pentas sepakbola. Eitsss...bukan di dunia nyata, tapi di dunia maya, tepatnya ketika gue berpetualang memakai klub ini di ajang Master League. Gue sengaja dan termotivasi untuk masuk ke EPL (harap maklum, bisa pindah liga) karena di sana terdapat tim-tim hebat macam MU, Arsenal, Chelsea, Liverpool, dan Man. City.

Ceritanya setelah gue berhasil naik ke EPL, gue langsung tancap gas untuk mengarungi musim perdana gue. Gue memboyong sebagian pemain bintang macam Kovacic, De Sanctis, dan Joel Obi. Mereka akan bahu membahu dengan para pemain yang sudah lama menghuni skuad Torino macam Bovo, Baselli, Benassi, dan Quagliarella. Musim perdana gue berakhir dengan juaranya gue bersama mereka. Quagliarella menjadi penyerang yang mempunyai insting yang sangat tajam di setiap laganya. Dia ditopang oleh gelandang-gelandang potensial macam Kovacic, Benassi, Joel Obi. Selain itu dia juga mampu berkolaborasi dengan para penyerang lain macam Belotti dan Baretto.
Merasa kurang ada persaingan di tim ini, akhirnya gue memboyong para pemain lain beserta membuang sebagian pemain lain demi kebaikan tim. Sampai musim ketujuh ini, gue sudah membeli pemain kurang lebih 15 pemain, diantaranya Wagener, Begovic, Zander, Mueller, Nuri Sahin, dan Kofi Adu. Merekalah yang mampu membangkitkan Torino menjadi semakin kuat di mata para lawan yang menghadang.
Gue tak menyangka banget klub macam Crystal Palace dan Leicester mampu bersaing dengan tim-tim besar yang sebelumnya gue sebutkan di atas. Nyatanya, mereka dalam beberapa musim ini sering menghuni lima besar. Paling greget tentunya ketika gue mengarungi Master League di musim kedua. Gue hampir saja tak bisa mempertahankan gelar gue ketika tim-tim macam Palace dan Arsenal berusaha merebut posisi puncak di tangan Torino. Untung saja, gue mampu mengalahkan kedunya di beberapa pekan terakhir sehingga gue mampu menjuarai kembali Liga.
Di kompetisi FA Cup dan Champions, gue juga mampu berbicara banyak dengan tim ini. Gue terus melakukan rotasi pemain untuk semakin meningkatkan yang namanya kompetisi di dalam tim. Sebenarnya gue paling sering memasang Kovacic, Benassi, Joel Obi, dan Mueller di setiap laga. Tapi untuk rotasi sendiri, gue memasukkan para pemain lain macam El-Kaddouri, Baselli, Kofi Adu, dan Ciuperca.

Masuk musim ketujuh, gue semakin menggila memakai tim yang satu ini. Mueller menjadi pembelian terbaik gue dengan berlari sendirian sebagai pencetak gol dengan koleksi 26 gol. Memang gila nih pemain yang satu ini. Dia selalu mencetak hattrick bahkan pernah sampai 7 gol dalam satu laga. Setidaknya gue bisa mengandalkan ketajaman si “Jangkung” ini, meski memang gue masih punya pemain macam Benassi, Belotti, dan Baretto. Lini tengah dan belakang gue juga semakin kuat dengan kedatangan Kofi Adu, Zander, Mbiwa, Begovic, Rafael, dan tentunya Nuri Sahin. Gue harus tetap menjaga konsistensi permainan di setiap laganya supaya gue bisa merealisasikan target juara di setiap musimnya (Gue udah beberapa kali treble winner lhoo). Gue akan mengulas pemain-pemain kunci sekaligus favorit gue di tim ini.

Pemain

De Sanctis (GK)
Kiper yang satu ini adalah kiper yang masih gue pertahankan sampai masuk musim ketujuh. Kiper yang tak terlalu banyak melakukan blunder di setiap laganya. Sering membuat penyelematan-penyelamatan
Bovo
Tembok kokoh di pertahanan tim gue. Pemain yang tak tergantikan di sektor pertahanan meski banyak pemain yang lalu lalang pergi dari klub ini. Meski ada Ballas, Mbiwa, Moretti, dan Vives, tapi gue tetap percaya pada kekuatan Bovo sebagai jendral di lini pertahanan.
Masiello
Pemain yang mempunyai kecepatan dan akselarasi ciamik. Terkadang gue menempatkan Masiello di posisi yang bukan bek. Jelas, karena dia mampu mendobrak lewat pertahanan lawan dengan skillnya yang istimewa. Meski harus bersaing dengan pemain macam Zander dan Gaston Silva, gue tetap mempercayakan masalah pertahanan maupun penyerangan pada dirinya.
Joel Obi
Penyeimbang di lini tengah. Salah satu pemain yang mempunyai kontribusi yang lebih dari memuaskan. Pemain yang mampu menjadi jangkar dan terkadang menjadi gelandang serang yang selalu memanjakan para pemain depan. Joel Obi hampir di setiap gue mainkan untuk membantu peran Kovacic dan Bennassi yang berada di sayap penyerangan.
Benassi
Pemain super cepat dan selalu meneror pertahanan lawan di setiap laga. Sering sekali membuat lawan kelabakan dengan akselerasi dan kecepatan yang di atas rata-rata. Gue sering memainkan pemain yang satu ini bersama Kovacic. Bila Kova berada di sisi kiri, maka Benassi berada di sisi kanan untuk merusak pertahanan lawan dari sayap.
Kovacic
Pemain yang gue bawa dari Madrid untuk mengangkat pamor El-Toro dan gue sukses membawanya dengan harga yang terjangkau. Dia mampu bermain di beberapa posisi, kecuali di belakang. Dia bisa menjadi penyeimbang dan juga menjadi seorang pemain sayap yang ganas. Bukan hanya itu saja, dia juga mampu memanjakan para penyerang dengan assistnya yang banyak. Pemain paling favorit yang gue punya saat ini.
Mueller
Pemain yang langsung mencuri perhatian gue. Pemain yang mempunyai segalanya. Kecepatan, akselerasi, dribble, agresi, dan juga sundulan tajam terpatri pada dirinya. Di musim pertamanya saja sudah membuat gol lebih dari 20 gol. Dan di musim keduanya, Mueller mampu menjangkau gol dari musim sebelumnya. Sudah hampir 30 gol yang dia cetak meninggalkan para pesaingnya macam Benassi, CR7, Ighalo, dan tentunya Kovacic. Kalau terus konsisten, dia akan terus berjaya dan tak akan terkejar oleh para pesaing lainnya di papan skor sebagai pencetak gol terbanyak. Bukan hanya di liga saja, melainkan di FA Cup dan Liga Champions Eropa.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar