Gue
sudah mau masuk musim ketujuh bersama Torino. Tim papan tengah yang satu ini
membuat kejutan di pentas sepakbola. Eitsss...bukan di dunia nyata, tapi di
dunia maya, tepatnya ketika gue berpetualang memakai klub ini di ajang Master
League. Gue sengaja dan termotivasi untuk masuk ke EPL (harap maklum, bisa
pindah liga) karena di sana terdapat tim-tim hebat macam MU, Arsenal, Chelsea,
Liverpool, dan Man. City.
Ceritanya
setelah gue berhasil naik ke EPL, gue langsung tancap gas untuk mengarungi
musim perdana gue. Gue memboyong sebagian pemain bintang macam Kovacic, De
Sanctis, dan Joel Obi. Mereka akan bahu membahu dengan para pemain yang sudah
lama menghuni skuad Torino macam Bovo, Baselli, Benassi, dan Quagliarella. Musim
perdana gue berakhir dengan juaranya gue bersama mereka. Quagliarella menjadi
penyerang yang mempunyai insting yang sangat tajam di setiap laganya. Dia
ditopang oleh gelandang-gelandang potensial macam Kovacic, Benassi, Joel Obi.
Selain itu dia juga mampu berkolaborasi dengan para penyerang lain macam
Belotti dan Baretto.
Merasa
kurang ada persaingan di tim ini, akhirnya gue memboyong para pemain lain
beserta membuang sebagian pemain lain demi kebaikan tim. Sampai musim ketujuh
ini, gue sudah membeli pemain kurang lebih 15 pemain, diantaranya Wagener,
Begovic, Zander, Mueller, Nuri Sahin, dan Kofi Adu. Merekalah yang mampu
membangkitkan Torino menjadi semakin kuat di mata para lawan yang menghadang.
Gue
tak menyangka banget klub macam Crystal Palace dan Leicester mampu bersaing
dengan tim-tim besar yang sebelumnya gue sebutkan di atas. Nyatanya, mereka
dalam beberapa musim ini sering menghuni lima besar. Paling greget tentunya
ketika gue mengarungi Master League di musim kedua. Gue hampir saja tak bisa
mempertahankan gelar gue ketika tim-tim macam Palace dan Arsenal berusaha
merebut posisi puncak di tangan Torino. Untung saja, gue mampu mengalahkan
kedunya di beberapa pekan terakhir sehingga gue mampu menjuarai kembali Liga.
Di
kompetisi FA Cup dan Champions, gue juga mampu berbicara banyak dengan tim ini.
Gue terus melakukan rotasi pemain untuk semakin meningkatkan yang namanya
kompetisi di dalam tim. Sebenarnya gue paling sering memasang Kovacic, Benassi,
Joel Obi, dan Mueller di setiap laga. Tapi untuk rotasi sendiri, gue memasukkan
para pemain lain macam El-Kaddouri, Baselli, Kofi Adu, dan Ciuperca.
Masuk
musim ketujuh, gue semakin menggila memakai tim yang satu ini. Mueller menjadi
pembelian terbaik gue dengan berlari sendirian sebagai pencetak gol dengan
koleksi 26 gol. Memang gila nih pemain yang satu ini. Dia selalu mencetak
hattrick bahkan pernah sampai 7 gol dalam satu laga. Setidaknya gue bisa
mengandalkan ketajaman si “Jangkung” ini, meski memang gue masih punya pemain
macam Benassi, Belotti, dan Baretto. Lini tengah dan belakang gue juga semakin
kuat dengan kedatangan Kofi Adu, Zander, Mbiwa, Begovic, Rafael, dan tentunya
Nuri Sahin. Gue harus tetap menjaga konsistensi permainan di setiap laganya
supaya gue bisa merealisasikan target juara di setiap musimnya (Gue udah
beberapa kali treble winner lhoo). Gue akan mengulas pemain-pemain kunci
sekaligus favorit gue di tim ini.
|
Pemain
|
|
|
De Sanctis (GK)
|
Kiper
yang satu ini adalah kiper yang masih gue pertahankan sampai masuk musim
ketujuh. Kiper yang tak terlalu banyak melakukan blunder di setiap laganya.
Sering membuat penyelematan-penyelamatan
|
|
Bovo
|
Tembok
kokoh di pertahanan tim gue. Pemain yang tak tergantikan di sektor pertahanan
meski banyak pemain yang lalu lalang pergi dari klub ini. Meski ada Ballas,
Mbiwa, Moretti, dan Vives, tapi gue tetap percaya pada kekuatan Bovo sebagai
jendral di lini pertahanan.
|
|
Masiello
|
Pemain
yang mempunyai kecepatan dan akselarasi ciamik. Terkadang gue menempatkan
Masiello di posisi yang bukan bek. Jelas, karena dia mampu mendobrak lewat
pertahanan lawan dengan skillnya yang istimewa. Meski harus bersaing dengan
pemain macam Zander dan Gaston Silva, gue tetap mempercayakan masalah
pertahanan maupun penyerangan pada dirinya.
|
|
Joel Obi
|
Penyeimbang
di lini tengah. Salah satu pemain yang mempunyai kontribusi yang lebih dari
memuaskan. Pemain yang mampu menjadi jangkar dan terkadang menjadi gelandang
serang yang selalu memanjakan para pemain depan. Joel Obi hampir di setiap
gue mainkan untuk membantu peran Kovacic dan Bennassi yang berada di sayap penyerangan.
|
|
Benassi
|
Pemain
super cepat dan selalu meneror pertahanan lawan di setiap laga. Sering sekali
membuat lawan kelabakan dengan akselerasi dan kecepatan yang di atas
rata-rata. Gue sering memainkan pemain yang satu ini bersama Kovacic. Bila Kova
berada di sisi kiri, maka Benassi berada di sisi kanan untuk merusak
pertahanan lawan dari sayap.
|
|
Kovacic
|
Pemain
yang gue bawa dari Madrid untuk mengangkat pamor El-Toro dan gue sukses
membawanya dengan harga yang terjangkau. Dia mampu bermain di beberapa
posisi, kecuali di belakang. Dia bisa menjadi penyeimbang dan juga menjadi
seorang pemain sayap yang ganas. Bukan hanya itu saja, dia juga mampu
memanjakan para penyerang dengan assistnya yang banyak. Pemain paling favorit
yang gue punya saat ini.
|
|
Mueller
|
Pemain
yang langsung mencuri perhatian gue. Pemain yang mempunyai segalanya. Kecepatan,
akselerasi, dribble, agresi, dan juga sundulan tajam terpatri pada dirinya. Di
musim pertamanya saja sudah membuat gol lebih dari 20 gol. Dan di musim
keduanya, Mueller mampu menjangkau gol dari musim sebelumnya. Sudah hampir 30
gol yang dia cetak meninggalkan para pesaingnya macam Benassi, CR7, Ighalo,
dan tentunya Kovacic. Kalau terus konsisten, dia akan terus berjaya dan tak
akan terkejar oleh para pesaing lainnya di papan skor sebagai pencetak gol
terbanyak. Bukan hanya di liga saja, melainkan di FA Cup dan Liga Champions
Eropa.
|







Tidak ada komentar:
Posting Komentar