Seorang manusia tak terlepas dari
namanya perubahan. Mau perubahan secara fisik, penampilan, atau mungkin sifat
yang kadang menjadi klimaks dari sebelumnya. Kali ini gue akan menceritakan
sebuah kisah yang gue alami dan mungkin yang teman gue alami juga akhir-akhir
ini.
Gue adalah seorang periang dan
penggembira, mau ke siapa saja gue akan memberikan senyuman terbaik gue. Gue
tak ingin membuat orang kecewa dengan tingkah laku gue yang semisal jahat
lah..nakal lah..atau sebagainya. Namun, sayangnya periang gue lama-lama mulai
pudar ditelan waktu. Gue sekarang menjadi orang yang kurang peka bahkan
terkesan pasif bila bertemu orang. Senyum yang jadi ciri khas gue seakan
dipaksakan bila bertemu orang lain. Gue merasa ciri khas gue sudah tak ada dan
diganti dengan sifat gue yang baru. Dan perasaan sifat yang gue alami
sepertinya menjalar ke teman baru gue (ah..entahlah jangan disebutin namanya).
Kesan pertama gue pada teman gue
itu adalah periang dan gembira seperti gue dulu. Bahkan, gue pernah menilai
bahwa dia bisa jadi reinkarnasi gue sendiri karena dari tingkah lakunya hampir
sama dengan gue (geer). Dia selalu membuat gue menjadi riang, gembira, dan bisa
melepas segala masalah yang gue alami ketika gue terpuruk mengerjakan tugas akhir.
Namun, sifatnya itu belakangan mulai sedikit pudar. Entah apa yang terjadi???
Teman yang dulunya sering memberikan hiburan yang membuat teman-teman lain ini
tersenyum, sekarang menjadi seorang pemurung.
Gue terkesan kepo ketika gue
menghampirinya dan menanyakan perihal permasalahan yang teman gue hadapi. Tapi
dia tak menjawab sepatah katapun, sebegitukah masalah yang dia alami harus
dipendam??? Kasihan banget dah melihat
keadaan teman gue sekarang yang sudah gue anggap sebagai adik gue sendiri itu.
Gue merasa iba dengan situasi yang dia hadapi, tapi sayangnya dia tak mau
berbicara sepatah kata pun pada gue. Padahal dia tahu sendiri lah kalau gue
adalah orang yang paling dekat dengannya.
Tadi memang dia agak baikan, tapi
sebenarnya belum secara keseluruhan masalah itu selesai. Gue tahu sekarang masalah yang dihadapinya. Gue
pernah meminjamkan hape gue kepadanya, katanya untuk menelpon dengan pihak
kampus. Dengan hal ini, gue bisa menyimpulkan bahwa dia memang mempunyai
masalah terkait masalah nilai, pasti itu sudah pasti tergambarkan oleh diri
gue.
Gue mah kali ini akan bersikap
hati-hati saja padanya. Mungkin saja dia begitu karena keoveran gue berbuat
padanya dan terkadang gue berlebihan dalam melakukan sesuatu kepadanya. Semoga
saja jadi pembelajaran buat diri gue yang masih belum sempurna di hadapan teman
gue.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar