Kamis, 25 Februari 2016

Dari Periang jadi Pemurung


Seorang manusia tak terlepas dari namanya perubahan. Mau perubahan secara fisik, penampilan, atau mungkin sifat yang kadang menjadi klimaks dari sebelumnya. Kali ini gue akan menceritakan sebuah kisah yang gue alami dan mungkin yang teman gue alami juga akhir-akhir ini.
Gue adalah seorang periang dan penggembira, mau ke siapa saja gue akan memberikan senyuman terbaik gue. Gue tak ingin membuat orang kecewa dengan tingkah laku gue yang semisal jahat lah..nakal lah..atau sebagainya. Namun, sayangnya periang gue lama-lama mulai pudar ditelan waktu. Gue sekarang menjadi orang yang kurang peka bahkan terkesan pasif bila bertemu orang. Senyum yang jadi ciri khas gue seakan dipaksakan bila bertemu orang lain. Gue merasa ciri khas gue sudah tak ada dan diganti dengan sifat gue yang baru. Dan perasaan sifat yang gue alami sepertinya menjalar ke teman baru gue (ah..entahlah jangan disebutin namanya).
Kesan pertama gue pada teman gue itu adalah periang dan gembira seperti gue dulu. Bahkan, gue pernah menilai bahwa dia bisa jadi reinkarnasi gue sendiri karena dari tingkah lakunya hampir sama dengan gue (geer). Dia selalu membuat gue menjadi riang, gembira, dan bisa melepas segala masalah yang gue alami ketika gue terpuruk mengerjakan tugas akhir. Namun, sifatnya itu belakangan mulai sedikit pudar. Entah apa yang terjadi??? Teman yang dulunya sering memberikan hiburan yang membuat teman-teman lain ini tersenyum, sekarang menjadi seorang pemurung.
Gue terkesan kepo ketika gue menghampirinya dan menanyakan perihal permasalahan yang teman gue hadapi. Tapi dia tak menjawab sepatah katapun, sebegitukah masalah yang dia alami harus dipendam???  Kasihan banget dah melihat keadaan teman gue sekarang yang sudah gue anggap sebagai adik gue sendiri itu. Gue merasa iba dengan situasi yang dia hadapi, tapi sayangnya dia tak mau berbicara sepatah kata pun pada gue. Padahal dia tahu sendiri lah kalau gue adalah orang yang paling dekat dengannya.
Tadi memang dia agak baikan, tapi sebenarnya belum secara keseluruhan masalah itu selesai. Gue tahu sekarang masalah yang dihadapinya. Gue pernah meminjamkan hape gue kepadanya, katanya untuk menelpon dengan pihak kampus. Dengan hal ini, gue bisa menyimpulkan bahwa dia memang mempunyai masalah terkait masalah nilai, pasti itu sudah pasti tergambarkan oleh diri gue.

Gue mah kali ini akan bersikap hati-hati saja padanya. Mungkin saja dia begitu karena keoveran gue berbuat padanya dan terkadang gue berlebihan dalam melakukan sesuatu kepadanya. Semoga saja jadi pembelajaran buat diri gue yang masih belum sempurna di hadapan teman gue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar